Tuesday, November 11, 2014

TEORI TENTANG PENGETAHUAN PART II

Posted by Unknown at 11:56 PM





d) Masalah Kepastian dan Falibilisme Moderat      

    1. Masalah Kepastian Kebenaran Ilmiah
Dalam empat macam kebenaran, melahirkan 2 pandangan yang berbeda, yaitu pandangan kaum rasionalis yang menekankan kebenaran logis-rasional, dan pandangan kaum empirisis yang menekankan kebenaran empiris. Kebenaran kaum rasionalis bersifat sementara, terlepas dari seberapa tinggi tingkat kepastiannya karena kebenaran sebagai keteguhan dari suatu pernyataan atau kesimpulan sangat tergantung pada kebenaran teori atau pernyataan lain. padahal, teori atau pernyataan lain sangat mungkin salah. Sedangkan kaum empirisis tidak pernah berpretensi untuk menghasilkan suatu pengetahuan yang pasti benar tentang alam. Bagi mereka, ilmu pengetahuan tidak memiliki ambisi seperti iman dalam agama. Ilmu pengetahuan tudak akan pernah memberikan suatu formulasi final dan absolut tentang seluruh universum = falibilisme. Falibilisme beranggapan bahwa kendati pengetahuan ilmiah merupakan pengetahuan yang paling baik yang dapat kita miliki.

           2.      Falibilisme dan Metode Ilmu Pengetahuan
Falibilisme ilmu pengetahuan berasal dari dua sumber, yaitu sebagai konsekuensi dari metode ilmu pengetahuan, dan dari objek ilmu pengetahuan yaitu universum alam.
Indikasi metodologis sebagai alasan dari falibilisme moderat :
       a.       Peneliti sendiri tidak pernah merasa pasti dengan apa yang dicapainya sendiri.
       b.      Fokus utama dari kegiatan penelitian ilmiah adalah verifikasi dan hipotesis.
       c.       Karena metode induksi.
       d.      Setiap hipotesis pada dasarnya tidak pasti.
                                    
          3.      Falibilisme dan Objek Ilmu Pengetahuan
   
a.       Realitas objek
  •   Nyata berarti lepas dari pikiran manusia.
  • Realitas dapat dikatakan real jika memang dapat dikenal.
  • Realitas yang dibicarakan ilmu pengetahuan adalah realitas publik, realitas yang menjadi perhatian banyak orang. Yang real berarti yang memiliki dimensi sosial.
b.     Evolusi objek pengetahuan ilmiah
c.      Objek ilmu pengetahuan selalu berubah-ubah dan mengalami perkembangan.

e) Ilmu Teknologi dan Kebudayaan
     

             ilmu, teknologi dan budaya, ketiganya merupakan hal yang berpengaruh dalam kehidupan manusia. Hal ini diakrenakan, manusia dalam hidupnya membutuhkan bantuan dari pihak lain, termasuk ilmu, teknologi dan kebudayaan. Selain itu, ketiganya merupaka hasil dari oleh pikir dari manusia. Ilmu merupakan himpunan pengetahuan yang dikumpulkan dan diklasifikasikan secara sisitematik yang bisa didapat dari belajar atau penelitian.
Teknologi adalah kemampuan menerapkan suatu pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yang berkenaan dengan suatu produk yang berhubunga dengan seni, yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta bersandarkan pada aplikasi dan implikasi pengetahuan itu sendiri (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1988). Menurut Paul W Devore teknologi adalah ilmu terapan yang telah dikembangkan lebih lanjut dan memiliki perangkat keras dan perangkat lunak yang merupakan manivestasi kekuasaan terhadap alam, manusia dan kebudayaannya. Teknologi pada hakekatnya meliputi paling sedikit tujuh unsur yaitu : alat-alat produktif; senjata; wadah; makanan dan minuman; pakaiandan perhiasan; tempat berlindung dan perumahan; serta alat-alat transport.
Kebudayaan menurut E.B.Taylor adalah  keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adapt serta kemepuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Adapun unsur-unsur kebudayaan meliputi peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat rumah tangga, senjata,alat-alat produksi transport dan sebagainya); mata pencahaian hidup dan sisten-sisten ekonomi (pertanian, peternakan, sistem produksi, distribusi,dan sebagainya); sistem kemasyarakatan; bahasa; kesenian; sistem pengetahuan (ilmu, teknologi dan sebagainya); dan religi. Dalam Koentjaraningrat (1990:203-204) terdapat tujuh unsur kebudayaan, yaitu bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem religi dan kesenian.
Dari ketiganya nantinya akan terhubung oleh benang merah yaitu manusia. Manusia inilah yang memegang peranan penting dalam ketiganya dan dipengaruhi ketiganya. Maka dalam makalah ini akan disajikan tentang hubungan dan pengaruh ilmu, teknologi dan kebudayaan terhadap manusia.

f) Etika Keilmuan                                        
              Secara etimologis etika berasal dari kata ethos yang berarti adat, kebiasaan atau susila. Dalam filsafat etika membicarakan tentang tingkah laku atau perbuatan manusia dalam kaitan antara baik dan buruk. Baik dan buruk adalah suatu penilaian atas apa yang bisa dilihat dan dirasakan seperti perbuatan dan tingkah laku. Sedangkan untuk hal-hal yang menyangkut aspek motif atau watak, sulit dinilai. Secara garis besar ada dua macam etika yaitu etika deskriptif dan etika normatif. Etika deskriptif hanya bersifat menggambarkan, melukiskan dan menceritakan sesuatu seperti apa adanya tanpa memberikan penilaian atau pedoman tentang bagaimana seharusnya bertindak. Sedangkan etika selain memberikan penilaian baik dan buruk juga memberikan pedoman mana yang harus diperbuat dan yang tidak.
Dalam bahasa Yunani, ethika berati ethikos yang mengandung arti karakter, kebiasaan, kecenderungan dan sikap yang menagandung analisis konsep-konsep seperti harus, benar salah, mengandung pencarian watak ke dalam watak moralitas atau tindakan-tindakan moral atau mengandung pencarian kehidupan yang baik secara moral. Etika secara lebih detail merupakan ilmu yang membahas tentang moralitas atau tentang manusia sejauh berkaitan dengan moral.
Moral berasal dari bahasa Latin moralis (kata dasar mos, moris) yang berarti adat istiadat, kebiasaan, cara, dan tingkah laku. Moral berarti sesuatu yang menyangkut prinsip benar salah, dan salah satu  dari suatu perilaku yang menjadi standar perilaku manusia. Bila dijabarkan lebih lanjut moral mengandung empat pengertian: i)baik-buruk, benar-salah dalam aktifitas manusia, ii) tindakan yang adil dan wajar, iii) kapasitas untuk diarahkan pada kesadaran benar-salah, dan kepastian untuk mengarahkan orang lain agar sesuai dengan kaidah tingkah laku yang dinilai benar-salah dan iv) Sikap seseorang dalam hubungannya dengan orang lain.

g)   Hubungan antara Ilmu Pengetahuan dan Etika

Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran yang mengatakan bagaimana seharusnya hidup, tetapi itu adalah ajaran moral. Ilmu Pengetahuan dan etika sebagai suatu pengetahuan yang diharapkan dapat meminimalkan dan menghentikan perilaku penyimpangan dan kejahatan di kalangan masyarakat. Ilmu pengetahuan dan etika diharapkan mampu mengembangkan kesadaran moral di lingkungan masayarakat sekitar agar dapat menjadi ilmuwan yang memiliki moral  dan akhlak yang baik dan mulia.
Sebagai suatu obyek, etika berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu maupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dilakukan itu salah atau benar, baik atau buruk. Dengan begitu dalam proses penilaiannya ilmu pengetahuan sangat berguna dalam memberikan  arah atau pedoman  dan tujuan masing-masing orang. Ilmu secara moral harus ditujukan untuk kebaikan umat manusia tanpa merendahkan martabat seseorang.
Etika memberikan batasan maupun standar yang mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya yang kemudian dirupakan ke dalam aturan tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat diperlukan dapat di fungsikan sebagai pedoman untuk melakukan tindakan tertentu terhadap segala macam tindakan yang secara umum dinilai menyimpang dari kode etik yang telah ditentukan dan disepakati bersama. Ilmu sebagai asas moral atau etika mempunyai kegunaan khusus yakni kegunaan universal bagi umat manusia dalam meningkatkan martabat kemanusiaannya.
 Masalah moral tidak dapat dilepaskan dengan tekad nanusia untuk menemukan kebenaran. Sebab untuk menemukan dan mempertahankan kebenaran diperlukan keberanian. Sejarah kemanusiaan telah mencatat semangat para ilmuwan yang rela mengorbankan nyawanya untuk mempertahankan apa yang mereka anggap benar. Kemanusiaan tak pernah urung dihalangi untuk menemukan kebenaran. Tanpa landasan moral maka ilmuwan akan mudah melakukan pemaksaan intelektual. Penalaran secara rasional yang telah membawa manusia mencapai harkat kemanusiaannya  berganti dengan proses rasionalisasi yang mendustakan kebenaran.
Maka inilah pentingnya etika dan moral dalam ilmu pengetahuan yang menyangkut tanggung jawab manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan untuk dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya kemaslahatan manusia itu sendiri. Karena dalam penerapannya ilmu pengetahuan juga mempunyai akibat positif dan negatif bahkan destruktif maka diperlukan nilai atau norma untuk mengendalikannya. Di sinilah etika menjadi ketentuan mutlak yang akan menjadi pengendali bagi pemanfaatan ilmu pengetahuan dan tekhnologi untuk meningkatkan derajat hidup serta kesejahteraan dan  kebahagiaan manusia.



0 comments:

Post a Comment

 

Annie's Journey Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos