Dalam empat macam kebenaran, melahirkan 2 pandangan yang berbeda, yaitu
pandangan kaum rasionalis yang menekankan kebenaran logis-rasional, dan pandangan
kaum empirisis yang menekankan kebenaran empiris. Kebenaran kaum rasionalis bersifat sementara, terlepas dari seberapa tinggi
tingkat kepastiannya karena kebenaran sebagai keteguhan dari suatu pernyataan
atau kesimpulan sangat tergantung pada kebenaran teori atau pernyataan lain.
padahal, teori atau pernyataan lain sangat mungkin salah. Sedangkan kaum empirisis tidak
pernah berpretensi untuk menghasilkan suatu pengetahuan yang pasti benar
tentang alam. Bagi mereka, ilmu pengetahuan tidak memiliki ambisi seperti iman
dalam agama. Ilmu pengetahuan tudak akan pernah memberikan suatu formulasi
final dan absolut tentang seluruh universum = falibilisme. Falibilisme beranggapan bahwa
kendati pengetahuan ilmiah merupakan pengetahuan yang paling baik yang dapat
kita miliki.
2. Falibilisme dan Metode Ilmu Pengetahuan
Falibilisme ilmu pengetahuan berasal dari dua sumber, yaitu sebagai
konsekuensi dari metode ilmu pengetahuan, dan dari objek ilmu pengetahuan yaitu
universum alam.
Indikasi
metodologis sebagai alasan dari falibilisme moderat :
a. Peneliti sendiri tidak pernah merasa pasti dengan apa yang dicapainya
sendiri.
b. Fokus utama dari kegiatan penelitian ilmiah adalah verifikasi dan
hipotesis.
c. Karena metode induksi.
d. Setiap hipotesis pada dasarnya tidak pasti.
3. Falibilisme dan Objek Ilmu Pengetahuan
a. Realitas objek
- Nyata berarti lepas dari pikiran manusia.
- Realitas dapat dikatakan real jika memang dapat dikenal.
- Realitas yang dibicarakan ilmu pengetahuan adalah realitas publik, realitas yang menjadi perhatian banyak orang. Yang real berarti yang memiliki dimensi sosial.
b. Evolusi objek pengetahuan ilmiah
c. Objek ilmu pengetahuan selalu berubah-ubah dan mengalami perkembangan.
e) Ilmu Teknologi dan Kebudayaan
ilmu, teknologi dan budaya, ketiganya merupakan hal yang berpengaruh dalam kehidupan manusia. Hal ini diakrenakan, manusia dalam hidupnya membutuhkan bantuan dari pihak lain, termasuk ilmu, teknologi dan kebudayaan. Selain itu, ketiganya merupaka hasil dari oleh pikir dari manusia. Ilmu merupakan himpunan pengetahuan yang dikumpulkan dan diklasifikasikan secara sisitematik yang bisa didapat dari belajar atau penelitian.
Teknologi adalah kemampuan menerapkan suatu
pengetahuan dan kepandaian membuat sesuatu yang berkenaan dengan suatu produk
yang berhubunga dengan seni, yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta
bersandarkan pada aplikasi dan implikasi pengetahuan itu sendiri (Kamus Besar
Bahasa Indonesia, 1988). Menurut Paul W Devore teknologi adalah ilmu terapan
yang telah dikembangkan lebih lanjut dan memiliki perangkat keras dan perangkat
lunak yang merupakan manivestasi kekuasaan terhadap alam, manusia dan
kebudayaannya. Teknologi pada hakekatnya meliputi paling sedikit tujuh unsur yaitu : alat-alat produktif; senjata; wadah;
makanan dan minuman; pakaiandan perhiasan; tempat berlindung dan perumahan;
serta alat-alat transport.
Kebudayaan menurut E.B.Taylor adalah keseluruhan yang mencakup pengetahuan,
kepercayaan, seni, moral, hukum, adapt serta kemepuan dan kebiasaan lainnya
yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Adapun unsur-unsur kebudayaan meliputi peralatan dan
perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat rumah tangga,
senjata,alat-alat produksi transport dan sebagainya); mata pencahaian hidup dan
sisten-sisten ekonomi (pertanian, peternakan, sistem produksi, distribusi,dan
sebagainya); sistem kemasyarakatan; bahasa; kesenian; sistem pengetahuan (ilmu,
teknologi dan sebagainya); dan religi. Dalam Koentjaraningrat (1990:203-204)
terdapat tujuh unsur kebudayaan, yaitu bahasa, sistem pengetahuan, organisasi
sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem religi dan kesenian.
Dari ketiganya nantinya akan terhubung oleh benang merah
yaitu manusia. Manusia inilah yang memegang peranan penting dalam ketiganya dan
dipengaruhi ketiganya. Maka dalam makalah ini akan disajikan tentang hubungan
dan pengaruh ilmu, teknologi dan kebudayaan terhadap manusia.
f) Etika Keilmuan
Secara etimologis etika berasal dari kata ethos yang berarti adat, kebiasaan atau susila. Dalam filsafat etika membicarakan tentang tingkah laku atau perbuatan manusia dalam kaitan antara baik dan buruk. Baik dan buruk adalah suatu penilaian atas apa yang bisa dilihat dan dirasakan seperti perbuatan dan tingkah laku. Sedangkan untuk hal-hal yang menyangkut aspek motif atau watak, sulit dinilai. Secara garis besar ada dua macam etika yaitu etika deskriptif dan etika normatif. Etika deskriptif hanya bersifat menggambarkan, melukiskan dan menceritakan sesuatu seperti apa adanya tanpa memberikan penilaian atau pedoman tentang bagaimana seharusnya bertindak. Sedangkan etika selain memberikan penilaian baik dan buruk juga memberikan pedoman mana yang harus diperbuat dan yang tidak.
Dalam bahasa Yunani, ethika berati ethikos yang
mengandung arti karakter, kebiasaan, kecenderungan dan sikap yang menagandung
analisis konsep-konsep seperti harus, benar salah, mengandung pencarian watak
ke dalam watak moralitas atau tindakan-tindakan moral atau mengandung pencarian
kehidupan yang baik secara moral. Etika secara lebih detail merupakan ilmu yang
membahas tentang moralitas atau tentang manusia sejauh berkaitan dengan moral.
Moral berasal dari bahasa Latin moralis (kata
dasar mos, moris) yang berarti adat istiadat, kebiasaan, cara, dan tingkah
laku. Moral berarti sesuatu yang menyangkut prinsip benar salah, dan salah
satu dari suatu perilaku yang menjadi standar perilaku manusia. Bila
dijabarkan lebih lanjut moral mengandung empat pengertian: i)baik-buruk,
benar-salah dalam aktifitas manusia, ii) tindakan yang adil dan wajar, iii)
kapasitas untuk diarahkan pada kesadaran benar-salah, dan kepastian untuk
mengarahkan orang lain agar sesuai dengan kaidah tingkah laku yang dinilai
benar-salah dan iv) Sikap seseorang dalam hubungannya dengan orang lain.
g) Hubungan
antara Ilmu Pengetahuan dan Etika
Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran yang
mengatakan bagaimana seharusnya hidup, tetapi itu adalah ajaran moral. Ilmu
Pengetahuan dan etika sebagai suatu pengetahuan yang diharapkan dapat
meminimalkan dan menghentikan perilaku penyimpangan dan kejahatan di kalangan
masyarakat. Ilmu pengetahuan dan etika diharapkan mampu mengembangkan kesadaran
moral di lingkungan masayarakat sekitar agar dapat menjadi ilmuwan yang
memiliki moral dan akhlak yang baik dan mulia.
Sebagai suatu obyek, etika berkaitan dengan konsep
yang dimiliki oleh individu maupun kelompok untuk menilai apakah
tindakan-tindakan yang telah dilakukan itu salah atau benar, baik atau buruk.
Dengan begitu dalam proses penilaiannya ilmu pengetahuan sangat berguna dalam
memberikan arah atau pedoman dan tujuan masing-masing orang. Ilmu
secara moral harus ditujukan untuk kebaikan umat manusia tanpa merendahkan
martabat seseorang.
Etika memberikan batasan maupun standar yang mengatur
pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya yang kemudian dirupakan ke dalam
aturan tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan
prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat diperlukan dapat di fungsikan
sebagai pedoman untuk melakukan tindakan tertentu terhadap segala macam
tindakan yang secara umum dinilai menyimpang dari kode etik yang telah
ditentukan dan disepakati bersama. Ilmu sebagai asas moral atau etika mempunyai
kegunaan khusus yakni kegunaan universal bagi umat manusia dalam meningkatkan
martabat kemanusiaannya.
Masalah moral tidak dapat dilepaskan dengan
tekad nanusia untuk menemukan kebenaran. Sebab untuk menemukan dan
mempertahankan kebenaran diperlukan keberanian. Sejarah kemanusiaan telah
mencatat semangat para ilmuwan yang rela mengorbankan nyawanya untuk
mempertahankan apa yang mereka anggap benar. Kemanusiaan tak pernah urung
dihalangi untuk menemukan kebenaran. Tanpa landasan moral maka ilmuwan akan
mudah melakukan pemaksaan intelektual. Penalaran secara rasional yang telah
membawa manusia mencapai harkat kemanusiaannya berganti dengan proses
rasionalisasi yang mendustakan kebenaran.
Maka inilah pentingnya etika dan moral dalam ilmu
pengetahuan yang menyangkut tanggung jawab manusia dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan untuk dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya kemaslahatan manusia itu
sendiri. Karena dalam penerapannya ilmu pengetahuan juga mempunyai akibat
positif dan negatif bahkan destruktif maka diperlukan nilai atau norma untuk
mengendalikannya. Di sinilah etika menjadi ketentuan mutlak yang akan menjadi
pengendali bagi pemanfaatan ilmu pengetahuan dan tekhnologi untuk meningkatkan
derajat hidup serta kesejahteraan dan kebahagiaan manusia.

0 comments:
Post a Comment