A.
Pengertian
Filsafat
- Filsafat secara etimologi (asal usul suatu kata) berasa dari bahasa Yunani Philosophia terdiri atas kata philein yg berarti cinta (love) & kata sophia yang berarti kebijaksanaan (wisdom), Philosophia: Cinta Kebijaksanaan (loving of wisdom).
- Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan.
B.
Ilmu
Pengetahuan sebagai Sketsa Umum Pengantar untuk Memahami Filsafat Ilmu
Ilmu adalah kumpulan
pengetahuan. Namun bukan sebaliknya kumpulan ilmu adalah pengetahuan. Kumpulan
pengetahuan agar dapat dikatakan ilmu harus memenuhi syarat-syarat tertentu.
Syarat-syarat yang dimaksudkan adalah objek material dan objek formal. Setiap
bidang ilmu baik itu ilmu khusus maupun ilmu filsafat harus memenuhi ke dua
objek tersebut. Objek material adalah sesuatu hal yang dijadikan sasaran
pemikiran (Gegenstand), sesuatu hal yang diselidiki atau sesuatu hal yang
dipelajari. Objek material mencakup hal konkrit misalnya manusia,tumbuhan, batu
ataupun hal-hal yang abstrak seperti ide-ide, nilai-nilai, dan kerohanian.
`C.
Fenomenologi Pengetahuan dan ilmu
pengetahuan
1.
Secara epistemologi dalam gejala
terbentuknya pengetahuan manusia itu, yaitu antara kutub si pengenal dan kutub
yang dikenal, atau antara subyek dan obyek.
2.
Walaupun secara tegas keduanya berbeda,
akan tetapi untuk membentuk sebuah pengetahuan keduanya tidak dapat dipisahkan
satu sama lain, dan keduanya wajib ada karena merupakan suatu kesatuan asasi
bagi terwujudnya pengetahuan manusia.
3.
Dalam hal ini pengetahuan dan ilmu
pengetahuan, subyek adalah manusia dengan akal budinya, sedangkan obyek adalah
kenyataan yang diamati dan dialami di alam semesta ini. Suatu kenyataan bahwa
supaya ada pengetahuan, subyek harus terarah kepada obyek, dan sebaliknya obyek
harus terbuka dan terarah kepada subyek.
4.
Pengetahuan adalah peristiwa yang
terjadi dalam diri manusia. Maka tanpa ingin meremehkan peran penting dari
obyek pengetahuan, manusia sebagai subyek pengetahuan memegang peranan penting.
Keterarahan manusia terhadap obyek jadinya merupakan faktor yang sangat
menentukan bagi munculnya pengetahuan manusia.
5.
Pengetahuan terwujud kalau manusia
sendiri adalah bagian dari obyek. Dari realitas alam semesta ini, berkat unsure
jasmaniyah, manusia mampu menangkap obyek yang ada di sekitarnya karena tubuh
jasmani manusia adalah bagian dari realitas alam semesta ini, serta dengan
bantuan jiwa dan akal budinya, manusia mampu mengangkat pengetahuan abstrak
tentang berbagai obyek lain serta bersifat temporal, konkrit, jasmani-inderawi
tadi ke tingka abstrak dan karena itu universal.
6.
Pengetahuan manusia yang bersifat umum
dan universal itulah memungkinkan untuk dirumuskan dan dikomunikasikan dalam
bahasa yang bersifat umum dan universal untuk bias dipahami oleh siapa saja
dari waktu dan tempat mana saja.
7.
Berkat refleksi ini pula pengetahuan
yang semula bersifat langsung dan spontan, kemudian diatur dan dilakukan secara
sistematis sedemikian rupa, sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan, atau
dapat pula dikritik dan dibela, maka lahirlah apa yang kita kenal sebagai Ilmu
Pengetahuan.
8.
Jadi Ilmu Pengetahuan muncul karena apa
yang sudah diketahui secara spontan dan langsung tadi, disusun dan diatur
secara sistematis dengan menggunakan metode tertentu yang bersifat baku.
D. Filsafat, Pengetahuan dan ilmu pengetahuan
- Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio.
- Pengertian Pengetahuan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, pengetahuan berarti segala sesuatu yg diketahui; kepandaian: atau segala sesuatu yg diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran).
- Ilmu Pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.
E. Fokus Filsafat Ilmu
Pengetahuan
Ilmu pengetahuan
merupakan karya budi yang logis dan imajinatif. Tanpa imajinasi dan logika dari
seorang kopernikus, suatu gagasan besar tentang heliosentrisme tidak akan
muncul. Begiti juga halnya jika kita berbicara tentang ilmuan-ilmuan lain.
Metode-metode ilmu pengetahuan adalah metode-metode yang logis karena ilmu
pengetahuan mempraktekan logika. Namun selain logika temuan-temuan dalam ilmu
pengetahuan dimungkinkan oleh akan budi manusia yang terbuka pada realitis.
Keterbukaan budi manusia pada realitas itu kita sebut imajinasi. Maka logika
dan imajinasi merupakan dua dimensi penting dari seluruh cara kerja ilmu pengetahuan.
F. Manfaat Belajar Filsafat Ilmu Pengetahuan
- Filsafat menolong mendidik,
- Filsafat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan persoalan-persoalan dalam hidup sehari-hari.
- Filsafat memberikan pandangan yang luas
- Filsafat merupakan latihan untuk berpikir sendiri
- Filsafat memberikan dasar,-dasar, baik untuk hidup kita sendiri (terutama dalam etika) maupun untuk ilmu-ilmu pengetahuan dan lainnya, seperti sosiologi, Ilmu jiwa, ilmu mendidik, dan sebagainya.
G.
Ruang Lingkup dan Kedudukan Filsafat
Filsafat ilmu sampai
tahun sembilan puluhan telah berkembang begitu pesat sehingga menjadi suatu bidang pengetahuan
yang sangat luas dan mendalam. Begitu luasnya bidang cakupan filsafat ilmu
ditambah lagi definisinya yang bermacam-ragam telah membuat pemahaman orang
menjadi sangat beragam pula. The Liang Gie memberikan daftar yang cukup panjang
mengenai berbagai pandangan ini dalam bukunya.
H. Sejarah Perkembangan Ilmu
Perkembangan aliran filsafat
ilmu terbagi menjadi 4 fase, yaitu :
a. Filsafat
Ilmu zaman kuno, yang dimulai sejak munculnya filsafat sampai dengan munculnya
Renaisance.
b. Filsafat
Ilmu sejak munculnya Rennaisance sampai memasuki era positivisme.
c. Filsafat
Ilmu zaman Modern, sejak era Positivisme sampai akhir abad kesembilan belas.
d. Filsafat
Ilmu era kontemporer yang merupakan perkembangan mutakhir Filsafat Ilmu sejak awal abad keduapuluh sampai sekarang.
0 comments:
Post a Comment