Tuesday, November 11, 2014

Pengenalan Filsafat Part I dan II

Posted by Unknown at 9:07 PM




A.      Pengertian Filsafat

  •  Filsafat secara etimologi (asal usul suatu kata) berasa dari bahasa Yunani Philosophia terdiri atas kata philein yg berarti cinta (love) & kata sophia yang berarti kebijaksanaan (wisdom), Philosophia: Cinta Kebijaksanaan (loving of wisdom).
  • Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan.
B.     Ilmu Pengetahuan sebagai Sketsa Umum Pengantar untuk Memahami Filsafat    Ilmu

Ilmu adalah kumpulan pengetahuan. Namun bukan sebaliknya kumpulan ilmu adalah pengetahuan. Kumpulan pengetahuan agar dapat dikatakan ilmu harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat yang dimaksudkan adalah objek material dan objek formal. Setiap bidang ilmu baik itu ilmu khusus maupun ilmu filsafat harus memenuhi ke dua objek tersebut. Objek material adalah sesuatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran (Gegenstand), sesuatu hal yang diselidiki atau sesuatu hal yang dipelajari. Objek material mencakup hal konkrit misalnya manusia,tumbuhan, batu ataupun hal-hal yang abstrak seperti ide-ide, nilai-nilai, dan kerohanian.

`C.  Fenomenologi Pengetahuan dan ilmu pengetahuan

1.                Secara epistemologi dalam gejala terbentuknya pengetahuan manusia itu, yaitu antara kutub si pengenal dan kutub yang dikenal, atau antara subyek dan obyek.
2.                Walaupun secara tegas keduanya berbeda, akan tetapi untuk membentuk sebuah pengetahuan keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lain, dan keduanya wajib ada karena merupakan suatu kesatuan asasi bagi terwujudnya pengetahuan manusia.
3.                Dalam hal ini pengetahuan dan ilmu pengetahuan, subyek adalah manusia dengan akal budinya, sedangkan obyek adalah kenyataan yang diamati dan dialami di alam semesta ini. Suatu kenyataan bahwa supaya ada pengetahuan, subyek harus terarah kepada obyek, dan sebaliknya obyek harus terbuka dan terarah kepada subyek.
4.                Pengetahuan adalah peristiwa yang terjadi dalam diri manusia. Maka tanpa ingin meremehkan peran penting dari obyek pengetahuan, manusia sebagai subyek pengetahuan memegang peranan penting. Keterarahan manusia terhadap obyek jadinya merupakan faktor yang sangat menentukan bagi munculnya pengetahuan manusia.
5.                Pengetahuan terwujud kalau manusia sendiri adalah bagian dari obyek. Dari realitas alam semesta ini, berkat unsure jasmaniyah, manusia mampu menangkap obyek yang ada di sekitarnya karena tubuh jasmani manusia adalah bagian dari realitas alam semesta ini, serta dengan bantuan jiwa dan akal budinya, manusia mampu mengangkat pengetahuan abstrak tentang berbagai obyek lain serta bersifat temporal, konkrit, jasmani-inderawi tadi ke tingka abstrak dan karena itu universal.
6.                Pengetahuan manusia yang bersifat umum dan universal itulah memungkinkan untuk dirumuskan dan dikomunikasikan dalam bahasa yang bersifat umum dan universal untuk bias dipahami oleh siapa saja dari waktu dan tempat mana saja.
7.                Berkat refleksi ini pula pengetahuan yang semula bersifat langsung dan spontan, kemudian diatur dan dilakukan secara sistematis sedemikian rupa, sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan, atau dapat pula dikritik dan dibela, maka lahirlah apa yang kita kenal sebagai Ilmu Pengetahuan.
8.                Jadi Ilmu Pengetahuan muncul karena apa yang sudah diketahui secara spontan dan langsung tadi, disusun dan diatur secara sistematis dengan menggunakan metode tertentu yang bersifat baku.

D.     Filsafat, Pengetahuan dan ilmu pengetahuan

  • Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio.
  •  Pengertian Pengetahuan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, pengetahuan berarti segala sesuatu yg diketahui; kepandaian: atau segala sesuatu yg diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran).
  • Ilmu Pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.

E.      Fokus Filsafat Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan merupakan karya budi yang logis dan imajinatif. Tanpa imajinasi dan logika dari seorang kopernikus, suatu gagasan besar tentang heliosentrisme tidak akan muncul. Begiti juga halnya jika kita berbicara tentang ilmuan-ilmuan lain. Metode-metode ilmu pengetahuan adalah metode-metode yang logis karena ilmu pengetahuan mempraktekan logika. Namun selain logika temuan-temuan dalam ilmu pengetahuan dimungkinkan oleh akan budi manusia yang terbuka pada realitis. Keterbukaan budi manusia pada realitas itu kita sebut imajinasi. Maka logika dan imajinasi merupakan dua dimensi penting dari seluruh cara kerja ilmu pengetahuan.


 F.  Manfaat Belajar Filsafat Ilmu Pengetahuan

  • Filsafat menolong mendidik,
  • Filsafat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan  persoalan-persoalan dalam hidup sehari-hari.
  • Filsafat memberikan pandangan yang luas
  • Filsafat merupakan latihan untuk berpikir sendiri
  • Filsafat memberikan dasar,-dasar, baik untuk hidup kita sendiri (terutama dalam etika) maupun untuk ilmu-ilmu  pengetahuan dan lainnya, seperti sosiologi, Ilmu jiwa, ilmu mendidik, dan sebagainya.
G.   Ruang Lingkup dan Kedudukan Filsafat

Filsafat ilmu sampai tahun sembilan puluhan telah berkembang begitu pesat  sehingga menjadi suatu bidang pengetahuan yang sangat luas dan mendalam. Begitu luasnya bidang cakupan filsafat ilmu ditambah lagi definisinya yang bermacam-ragam telah membuat pemahaman orang menjadi sangat beragam pula. The Liang Gie memberikan daftar yang cukup panjang mengenai berbagai pandangan ini dalam bukunya.

       H. Sejarah Perkembangan Ilmu

                        Perkembangan aliran filsafat ilmu terbagi menjadi 4 fase, yaitu :
a.       Filsafat Ilmu zaman kuno, yang dimulai sejak munculnya filsafat sampai dengan munculnya Renaisance.
b.      Filsafat Ilmu sejak munculnya Rennaisance sampai memasuki era positivisme.
c.       Filsafat Ilmu zaman Modern, sejak era Positivisme sampai akhir abad kesembilan belas.
d.      Filsafat Ilmu era kontemporer yang merupakan perkembangan mutakhir Filsafat Ilmu  sejak awal abad  keduapuluh sampai sekarang.



0 comments:

Post a Comment

 

Annie's Journey Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos