Sunday, September 28, 2014

KONSEP DASAR ETIKA UMUM PART I

Posted by Unknown at 6:33 AM

A.    ETIKA DAN MORAL

  • PENGERTIAN ETIKA:
Nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
  • PENGERTIAN MORAL
Istilah Moral berasal dari bahasa Latin. Bentuk tunggal kata ‘moral’ yaitu mos sedangkan bentuk jamaknya yaitu mores yang masing-masing mempunyai arti yang sama yaitu kebiasaan, adat.maka rumusan arti kata ‘moral’ adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.

B.     AMORAL DAN IMORAL
  • Amoral yaitu tidak berkaitan dengan masalah moral atau bisa dikatakan bebas moral.Contoh: ketika saya mengidentifikasi sebuah lantai itu tidak ada hubungannya dengan moral apapun.


  • Imoral dapat di artikan sebagai pemberontakan ataw perilaku yang berlawanan dengan moral, tidak etis,jahat dan tidak berakhlak.Contoh: Apabilah seorang ayah yang tega memukuli anaknya yang sama sekali tidak bersalah, itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai norma.

C.     ETIKA DAN ETIKET
Pengertian Etiket
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata “etiket”, yaitu :
1. Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama, isi, dan sebagainya tentang barang itu.
2. Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik.

           Perbedaan Etiket dengan Etika:
1. Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Misal : Ketika saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain, saya harus menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan. Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri, maka saya dianggap melanggar etiket.
Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. “Jangan mencuri” merupakan suatu norma etika. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri.

D.    ETIKA SEBAGAI CABANG FILSAFAT
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mengkaji segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dengan menggunakan pikiran.Bagian-bagian nya meliputi:
1.          Metafisika yaitu kajian dibalik alam yang nyata,
2.          Kosmologia yaitu kajian tentang alam,
3.          Logika yaitu pembahasan tentang cara berpikir cepat dan tepat,
4.          Etika yaitu pembahasan tentang tingkah laku manusia,
5.          Teologi yaitu pembahasan tentang ketuhanan,
6.          Antropologi yaitu pembahasan tentang manusia.
Dengan demikian, jelaslah bahwa etika termasuk salah satu komponen dalam filsafat. Hubungan etika dengan ilmu filsafat menurut Ibnu Sina seperti indera bersama, estimasi dan rekoleksasi yang menolong jiwa manusia untuk memperoleh konsep-konsep dan ide-ide dari alam sekelilingnya.
 E. PERANAN ETIKA DALAM DUNIA MODERN
Peranan etika dalam dunia modern yatiu untuk meluruska berbagai masalah yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku khususnya di zaman modern ini,Contohnya:
1.Hantaman gelombang modernisasi.
Kita sekarang ini hidup dalam masa transformasi masyarakat yangtanpa tanding. Perubahan yang terus terjadi itu muncul di bawah hantaman kekuatan yang mengenai semua segi kehidupan kita, yaitu gelombang modernisasi. dan pendidikan modern yang telah banyak mengubah lingkungan budaya, sosial dan rohani masyarakat kita.
2.Tantangan bagi agamawan
Etika juga diperlukan oleh para agamawan untuk tidak menutup diriterhadap alan praktis kehidupan umat manusia.

F.MORAL DAN AGAMA
Ajaran moral yang terkandung dalam suatu agama meliputi dua macam peraturan. Di satu pihak ada macam-macam peraturan yang kadang-kadang agak mendetail tentang makanan yang haram, puasa, ibadat, dan sebagainya. Peraturan seperti itu sering berbeda dengan agama yang berlain-lainan. Di lain pihak ada peraturan etis lebih umum yang melampaui kepentingan agama tertentu saja, seperti: jangan membunuh, jangan berdusta, jangan berzina, jangan mencuri.
Bila agama berbicara tentang topik-topik etis, pada umumnya ia berkhotbah, artinya ia berusaha memberikan motivasi serta inspirasi, supaya umatnya mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang sudah diterimanya berdasarkan iman.

G.MORAL DAN HUKUM
Hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas, hukum akan kosong tanpa moralitas. Oleh karena itu kualitas hukum harus selalu diukur dengan norma moral dan perundang-undangan yang immoral harus diganti. Meskipun hubungan hukum dan moral begitu erat, namun hukum dan moral tetap berbeda, sebab dalam kenyataannya mungkin ada hukum yang bertentangan dengan moral atau ada undang-undang yang immoral, yang berarti terdapat ketidakcocokan antara hukum dengan moral.

0 comments:

Post a Comment

 

Annie's Journey Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos